“Satu Jalur” Program Bupati Badung, 5AY Lantik Pengurus KORTEK se-Abiansemal

Foto : Inisiator 5AY, Putu Alit Yandinata, S.S didampingi Koordinator 5AY I Made Suta Dwija dan Ketua KORTEK 5AY Abiansemal I Nyoman Bagiana bersama pengurus KORTEK se-Abiansemal “Satu Jalur” wujudkan aspirasi masyarakat dan program Bupati Badung.


Jurnalis : Made Suteja

jarrakbali.com, Abiansemal – Pengurus KORTEK (Koordinator Teknis) 5AY tingkat Desa dan Banjar di Desa Jagapati, Angantaka dan Sedang, Kecamatan Abiansemal, Badung dikukuhkan langsung oleh Inisiator 5AY, Putu Alit Yandinata, S.S didampingi Koordinator 5AY I Made Suta Dwija di Desa Angantaka, Minggu (8/4/2018). Pengkuhan dihadiri perbekel, kelian adat dan dinas bersama prajuru desa dan banjar beserta ratusan Pengurus KORTEK di tiga desa tersebut. Sebelumnya juga diserahkan bantuan yang difasilitasi oleh Alit Yandinata untuk membantu pembangunan Pura Taman Dukuh Seladri di Banjar Desa, Angantaka sebesar Rp945 juta.

Pada kesempatan itu, Ketua KORTEK 5AY Abiansemal I Nyoman Bagiana mengungkapkan KORTEK berfungsi sebagai petugas lapangan 5AY yang kini tetap menjadi branding pergerakan nomor urut Alit Yandinata saat Pileg 2014 lalu. Dikatakan KORTEK 5AY ini, “Satu Jalur” untuk mewujudkan aspirasi masyarakat yang sejalan dengan program yang dicanangkan oleh Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta dengan motto “Saling Gisi” menjadi brand yang dikenal masyarakat luas. “KORTEK agar lebih kenal diharapkan terus turun ke masyarakat. Apalagi saat menjelang Pilgub Bali 2018 maupun Pilpres dan Pileg 2019,” ujarnya.

Dijelaskan kembali makna 5AY ini, angka 5 sebagai dasar, sedangkan A dan Y sebagai aku dan kamu sesuai konsep ajaran Tat Twam Asi. “Dimana jika ada yang membutuhkan, maka 5AY ini hadir membantu penderitaan orang lain. Karena jika ada yang menderita, kita juga ikut menderita,” jelasnya seraya menyebutkan tugas KORTEK yang diwakili sampai masing-masing banjar untuk membantu program Bupati Badung, sekaligus membantu program di tingkat desa atau perbekel. “Semuanya agar bisa diakomodir dan terserap aspirasinya. Saya yakin KORTEK ini akan mempermudah jalannya program perbekel. Apalagi sekarang masihh terlalu banyak yang perlu kita benahi,” katanya.

Ditambahkan, tugas KORTEK 5AY itu, pertama harus bisa “Mendengar”, artinya peka dan tanggap terhadap keluhan masyarakat. Kedua, “Melihat”, artinya harus tahu apa yang dikeluhkan. Ketiga itu, “Membantu” apa yang dikeluhkan, keempat harus bisa “Mendata” dengan mencatat, agar tidak ada keluhan yang tercecer dan M yang terakhir adalah “Mengeksekusi”. “Jadi kita berharap kegiatan KORTEK yang dibuat itu, dengan Bupati Badung semuanya satu jalur. Karena kita harapkan semuanya bisa satu jalur di Kabupaten Badung,” tegas Ketua GANTI (Gerakan Nelayan dan Tani) Kabupaten Badung ini.

Sementara itu, Koordinator 5AY I Made Suta Dwija membenarkan, KORTEK ini sebagai jembatan informasi terhadap program Bupati Badung agar bisa menyentuh kebawah. Apalagi program semakin cepat semakin bagus terwujud. “Jangan sampai terjadi miss komunikasi, tanpa mengurangi peran kader partai untuk mempercepat proses program sesuai yang diharapkan Bapak Bupati. Jadi kita bentuk KORTEK untuk menjembati program yang dicanangkan oleh Pak Bupati dan aspirasi yang diharapkan oleh masyarakat Badung bisa cepat terealisasi,” bebernya seraya menyebutkan hal itu yang menjadi dasar Alit Yandinata membentuk KORTEK 5AY di masing-masing desa sampai tingkat banjar. “Sekarang sudah banyak yang mendengar dan merasakan peran KORTEK selama ini di desa-desa,” imbuh Ketua LPM Sibang Gede ini.

Disisi lain, Alit Yandinata juga menerangkan terkait 5AY ini, juga menjadi prinsip 5 tangan dengan A dan Y sebagai konsep Tat Twam Asi saat berinteraksi sosial di masyarakat. Dipaparkan kembali, 5AY ini bukan ormas dengan membentuk Koordinator Teknis untuk KORTEK 5AY. Seperti di Kecamatan Abiansemal yang terdiri dari 124 banjar dengan 18 desa, dikukuhkan 7 pengurus di setiap banjar dan 9 pengurus di tingkat desa, sehingga terbentuk 1.058 pengurus. “Nantinya mereka akan diberikan seminar untuk mempermudah interaksi sosial di masyarakat. Prinsipnya kita ingin membantu aspirasi masyarakat dan mewujudkan program dari pemerintah,” ungkapnya.

Pembentukan KORTEK 5AY ini juga sebagai perintah partai, sehingga seluruh Bali akan segera dibentuk. Pengurus disetiap tingkatan akan membantu masyarakat menyalurkan aspirasi. Sehingga setiap program akan lebih mudah direalisasikan secara efektif, efisien dan tetap sasaran. “Merekalah yang bekerja untuk menjalankan itu secara sosial membantu masyarakat dalam makna sesungguhnya. Ini sebuah sistem yang ditawarkan kepada masyarakat untuk memudahkan komunikasi lewat kemajuan teknologi dengan brand kita 5AY yang saling gisi sebagai motto, dan tat twam asi sesuai prinsip kita,” tambah Ketua Komisi III DPRD Badung dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Daerah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *