Ketut Putra Ismaya, “KERIS” Jero Mangku Tapakan Maju Senator DPD RI

Ket foto : Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Ormas Laskar Bali Ketut Putra Ismaya alias “KERIS”.


Jurnalis : I Made Suteja

jarrakbali.com, Denpasar – Sejak menyatakan diri siap maju ke kursi DPD-RI tepat 13 April 2018, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Ormas Laskar Bali Ketut Putra Ismaya itu, semakin mendapatkan sambutan di hati masyarakat. Bahkan, masyarakat Bali sudah mulai tahu, bahwa Ketut Putra Ismaya (KERIS) adalah salah satu Jero Mangku di Pura Candi Narmada, Tanah Kilap yang dikenal dengan nama Jero Mangku Bima dan sekarang ikut aktif juga sebagai pengurus Konco Kwan Kong Bio, yang beralama di Jalan Gatot Subroto IV, Denpasar. Ismaya mengatakan sudah aktif sejak tahun 2013 dan sekarang akan menjadi Ketua Panitia Kirap Konco yang akan dilaksanakan tanggal 4 sampai 5 Agustus 2018. Dalam kegiatan tersebut akan ada sekitar 100 peserta dari Konco seluruh Indonesia dengan membawa Rupang Dewa masing-masing konco. Kini masyarakat juga banyak yang sudah tahu bahwa tokoh muda Bali yang kerap tampil berbusana warna tridatu dengan menyelipkan keris di pinggang ini merupakan salah satu tokoh penggagas perdamaian antar Ormas di Bali.

Kini Ismaya menuju Senayan dengan tagline yang sama yakni KERIS (Kesatuan Republik Indonesia) mengusung “Dewata Nawa Sanga” sebagai 9 program kerja maju sebagai Senator calon Anggota DPD RI 2019-2024. Ismaya yang sebelumnya selalu didatangi Krama Bali, bahkan masyarakat dari luar Bali untuk minta bantuan dalam berbagai hal kini tergerak hatinya untuk nindihin gumi Bali. Pria yang dikenal para sahabatnya memiliki kepekaan dan rasa sosial tinggi serta mudah berempati ini, juga ditunjukkan saat pendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali, 25 April 2018 dengan melibatkan sejumlah tokoh lintas agama yang spontanitas ikut datang mendampinginya. “Dalam keluarga saya ada semua agama, kakak paling besar nikah sama agama Kristen, mama agama Budha, istri dulu Muslim dan sekarang sudah memeluk agama Hindu dan mertua masih beragama Islam. Saya sendiri sejak dilahirkan di Karangasem sudah beragama Hindu, namun saya asli Singaraja dari Trah Dalem. Nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan pada NKRI seperti agama sudah ada sejak lama dalam keluarga,” paparnya di Denpasar, Sabtu (19/5/2018).

Menguatkan tekad secara mental dan spiritual ngayah nindihin gumi Bali, Ismaya juga mengawali kegiatan dengan memohon ijin kepada Ida Betara Lingsir ring Pasar Agung bertepatan dengan piodalan Ida Betara yang didampingi beberapa sahabatnya. Selanjutnya Ismaya membersihkan diri dengan melakukan pengelukatan atau pembersihan diri secara skala dan niskala di Pura Taman Pecampuhan, Desa Pakraman Sala, Desa Abuan, Susut-Bangli, 6 Mei 2018. Ia berharap adanya restu dari Sang Ibu akan menguatkan keteguhan dirinya mengabdikan diri sepenuh hati untuk alam dan krama Bali, sesuai petunjuk Bhatara-Bhatari Sesuhunan. Ismaya mengaku bersemangat dan sangat yakin sekaranglah saat yang tepat untuk ikut duduk di kursi DPD-RI untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Bali. Selain itu ingin membangun daerah sendiri serta menjaga dan melestarikan adat, budaya dan agama menjadi keyakinan dalam dirinya sebagai bentuk kecintaan pada NKRI.

Dengan mengusung tagline KERIS (Ketut Putra Ismaya), ia tampil apa adanya bersama Ormas Laskar Bali yang telah membesarkan namanya, menjadi yang terdepan memperjuangkan aspirasi masyarakat Bali. Dengan KERIS yang juga berarti “Kesatuan Republik Indonesia” pria yang lahir di bumi lahar, Karangasem, ini juga menyatakan diri siap mengabdi demi NKRI. Melalui tagline KERIS, ia juga membuat lirik lagu untuk membakar semangat keluarga besar Ormas Laskar Bali serta masyarakat Bali pada umumnya untuk memberikan dukungan kepada dirinnya agar dipercaya dan didukung maju sebagai salah satu Anggota DPD-RI asal Bali pada Pileg 2019.

Tampil didepan bersama seluruh elemen masyarakat Bali termasuk dengan Ormas Baladika Bali saat berjalan kaki beriringan dari Parkir Timur Lapangan Renon menuju Monumen Perjuangan Banjra Sandhi dalam Aksi Doa Bersama Solidaritas Seluruh Komponen Masyarakat Bali mengutuk aksi terorisme, 15 Mei 2018 juga menjadi pusat perhatian. Dukungan masyarakat Bali yang mulai mengkrucut untuk Ketut Putra Ismaya memang berawal dari acara pemilihan calon-calon Anggota Laskar Bali yang ingin maju pada Pileg 2019 untuk DPRD kabupaten/ kota hingga tingkat DPR-RI serta DPD-RI yang mengusung semangat “Saatnya membalas Kebaikan Tanah Bali” yang berlangsung 13 April 2018.

Kini semangat Sekjen DPP Laskar Bali terlihat lebih sumringah hingga diaktualisasikan melalui sebuah lagu yang berjudul KERIS. Lagu yang berdurasi 4 menit 11 detik ini, sudah mulai viral di Medsos utamanya lewat pesan WA (WhatsApp). “Keris Bali. Keris amukti sakti. Keris Ismaya sejati. Ngerastuti ring Ida Hyang Widhi, Keris sakti budaya Bali ne. Ketaksunin ring Sang Hyang Pasupati, ketapak pande-pande sakti. Meluk pitu kedirgahayuan, meluk telu anggo kewisesan, luk telulas ane pinih utama anggen taksu menindihin Bali. Keris Bali keris utama, pamor ne Sang Hyang Ismaya. Pengrikes dasa aksara, Mecihna di tuntungin hati. Keris Bali amukti sakti, senjata para kesatria. Belepati nindihin gumi, Menyatuang para semeton Bali” demikian lirik lagu yang diciptakan Ismaya diiringi nuansa musik spiritual dan dikemas dengan nada yang bersemangat.

Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *