Ulun Danu Beratan Art Festival IV

Ket foto : Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti (tengah) didampingi Sekda Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa (kiri) dan Manajer Operasional DTW Ulun Danu Beratan I Wayan Mustika.


Jurnalis : Made Suteja

jarrakbali.com, Tabanan – Meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Tabanan serta melesatarikan seni dan budaya, pemerintah Kabupaten Tabanan kembali melaksanakan Ulun Danu Beratan Art Festival. Kegiatan sudah dimulai sejak tanggal 13 Juni 2018 dan akan memasuki kegiatan puncak festival pada tanggal 24 Juni 2018. Festival yang dilaksanakan untuk ke-4 kalinya ini mengangkat tema “danu kertih, menyatukan beragam adat budaya nusantara” diharapkan dapat mempromosikan dan mengoptimalkan potensi seni, budaya dan pariwisata yang ada di Kabupaten Tahanan.

Kegiatan puncak festival dilaksanakan selama 3 hari, pada tanggal 24 hingga 26 juni 2018. Pada puncak festival ini ditampilkan parade gebogan yang terbuat dari bunga, buah dan sayur, penebaran benih ikan di danau beratan serta berbagai atraksi seni dan budaya untuk memeriahkan festival dan menghibur para pengunjung. Ketua Umum Badan Pengelola DTW (Daya Tarik Wisata) Ulun Danu Beratan Ni Putu Eka Wiriastuti sekaligus sebagai Bupati Tabanan berharap kegiatan ini akan menjadi ajang promosi bagi kepariwisataan Bali dan Tabanan secara khusus. Kepastian keehadiran dua mentri yakni Menteri Pariwisata dan Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan bagi pengembangan dan optimalisasi potensi DTW Ulun Danu Beratan. “Kunjungan tahun lalu sudah 945 ribu orang saya harap tahun ini bisa diatas satu juta kunjungan. Kalau Tanah Lot bisa tembus 3,5 sampai 4 juta mudah-mudahan minimal DTW Ulun Danu Beratan bisa seperempatnya, ini akan jadi satu paket wisata di Tabanan,” ucapnya saat jumpa pers, Kamis (21/6/2018).

Manajer Operasional DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika menjelaskan, Ulun Danu Beratan Art Festival IV dimulai dengan pre event yang dilaksanakan dari tanggal 13 hingga 22 Juni 2018. Diisi dengan kegiatan atraksi seni yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan dimeriahkan berbagai lomba antara lain, lomba mewarnai tingkat TK hingga SMP, lomba rias sampan dayung, lomba videografi dan fotografi, lomba membuat patung dari sayuran serta lomba membuat penjor dan merangkai bunga. Dilanjutkan kegiatan Puncak Festival selama tiga hari hingga post event yang berlangsung hingga tanggal 1 Juli 2018 yang juga diisi oleh atraksi seni dan budaya.

Tampilnya rumah desa dari kementrian juga akan menjadi hal unik dalam pelaksanaan Ulun Danu Beratan Art Festival IV, sekaligus sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat. Tampilnya rumah desa sekaligus mendorong optimalisasi 16 desa wisata yang telah dimiliki Kabupaten Tabanan dari total 41 desa yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Festival yang didukung penuh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Tabanan, Badan Pengelola DTW Ulun Danu Beratan, pengempon Pura Ulun Danu Beratan dan Gebog Pesatak Beratan serta dukungan dari stakeholder pariwisata dan masyarakat secara umum. Festival ini juga mengundang Menteri Pertanian, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Gubernur Bali, Bupati dan Walikota se-Bali, serta Anggota DPRD Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan. Dalam acara pembukaan juga akan ditampilkan tari maskot yang baru selesai digarap yaitu tari maskot Kecak Ulun Danu Beratan yang dimainkan oleh 12 desa adat yang diwakilkan oleh STT Gebog.

Daerah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *