“Pandawa Garden” Hunian di Desa Kutuh dengan Sistem Rain Water Harvesting


jarrakbali.com, Badung – Setelah melakukan groundbreaking, Direktur Utama PT Agung Mesari Harijaya (Pandawa Garden) Dr. I Putu Suwantara, SH. MKn. CPD., menjelaskan Hunian berkelas “Pandawa Garden” yang mengusung tema ‘Greenhouse for a healty and confort life’ tidak hanya mengawali geliat properti di Bali. Namun perumahan sederhana tampil mewah yang dibuka awal April 2019 benar-benar dikerjakan agar anggapan hunian di kawasan Desa Kutuh sulit mendapatkan suplay air bersih terbantahkan. Sehingga untuk mengawali pembangunan unit juga akan dikerjakan secara bersamaan dengan instalasi sambungan PDAM. Sebagai daerah tadah hujan konsep bangunan juga dirancang khusus, agar bisa menyulap air hujan dengan Sistem Rain Water Harvesting untuk mendapatkan alternatif sumber air bisa tertampung melalui ground tank.

“Pandawa Garden untuk urusan air bersih sudah tidak ada masalah karena sudah menjalin kerjasama dengan PDAM. Kita juga melakukan pengelohan air bersih dengan Sistem Rain Water Harvesting untuk bisa memenuhi suplai air bersih bagi penghuni,” jelas Putu Suwantara di Kutuh, Sabtu (30/5/2019), seraya mengaku menyasar pasar menengah ke bawah, properti di kawasan Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan ini, bahkan pertama menerapkan sistem ‘Rain Water Harvesting’ di Badung, sehingga suplay air bersih dipastikan terpenuhi dengan baik disamping adanya dukungan penuh dari Perusahaan Air Minum Daerah ( PDAM). Memastikan suplai air bersih bisa terpenuhi dengan baik telah dilakukan kunjungan lapangan langsung oleh Direktur Umum PDAM Tirta Mangutama Badung, Ida Ayu Eka Dewi Wijaya bersama tim teknis, di lokasi pembangunan Pandawa Garden.

Lulusan Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Udayana ini menambahkan, pembangunan properti dengan landscape benar-benar hijau diatas tanah seluas 40 are juga didukung dengan suplai listrik yang cukup. Dari sisi legalitas juga sudah dilengkapi sertifikat serta Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sehingga pembangunan 16 unit pada Klaster-1 (Unit Frangipani) akan segera dimulai kendati ada satu unit yang belum terjual. Pengusaha muda asal Abiansemal ini menjelaskan tahap awal akan dibangun tipe 45/100 dengan pilihan dua kamar atau satu kadar dengan kolam renang serta tipe 60/100 dengan pilihan tiga kamar atau dua kamar dengan kolam renang. “Mewujudkan hunian yang hijau kendala air sudah bisa kita atasi kemudian terkait legalitas proyek terutama sertifikat dan IMB sudah tidak ada masalah. PDAM setelah bulan puasa masuk sementata listrik setelah bangunan semi finising masuk kita siapkan satu gardu untuk komplek hunian,” bebernya.

Komisaris PT Agung Mesari Harijaya Kristyaningsih Miyagi, SE., menambahkan mampu membuat properti Pandawa Garden klaster-1 terjual dalam kurun waktu satu bulan, maka pihaknya akan melanjutkan pembangunan untuk tahap Klaster-2 (Unit Bugenvil). Ia menjelaskan klaster tersebut akan dibangun sebanyak 15 unit, dengan tipe 100/100 dengan tiga dan empat kamar dengan satu kolam renang. Launching akan dilaksanakan pada saat pameran yang dilaksanakan REI bersama Bank BTN di bulan Juli mendatang. “Ada tiga kamar, ada empat kamar ditambah kolam. Unit dan harga nanti akan kita launching perbulan Juli pada saat pameran real estate bersama teman-teman REI bersama Bank BTN. Unit ini akan dilengkapi full funiture sehingga tinggal ditempati yang akan digarap September dengan harga di lempar ke pasar dikisaran Rp1,6 miliar,” bebernya. tim jp

Daerah