Staf Khusus Jokowi Cek Dokumen Penlok Bandara Baru di Buleleng


jarrakbali.com, Buleleng – Seminggu setelah kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Bali, giliran Staf Khusus Presiden (SKP) Lenis Kogoya, S.Th, M.Hum, dengan sigap  menindaklanjuti kunjungan presiden itu, dengan langsung datang ke Bali untuk mengkonfirmasi dokumen-dokumen yang berkaitan dengan makin terangnya penetapan lokasi (Penlok) Bandara baru Bali utara di Buleleng, Kamis (27/6/2019). Pada kesempatan tersebut Kelian Desa adat Kubutambahan, Drs. Jero Pasek Ketut Warkadea, M.Si telah menyerahkan sejumlah dokumen, berupa copy sertifikat hak milik Duwe Pura Desa Kubutambahan  seluas 366 Hektar kepada SKP, Lenis Kogoya.

Pada waktu yang  bersamaan  telah diserahkan juga data-data copy sertifikat tanah penduduk di area bandara seluas kurang lebih 150 hektar berikut surat kesepakatan Jual – beli tanah antara penduduk setempat dengan PT PEMBARI (Pembangnunan Bali Mandiri). Dengan demikian proses ganti rugi atau ganti untung kepada penggarap tanah atau pun kepada  para pengontrak dan penyewa tanah sebelumnya akan berjalan lebih lancar. “Setelah ini dalam waktu dekat proses lanjutan dalam persiapan pembangunan bandara bisa terlaksana dengan baik demi untuk  menciptakan keadilan dan pemerataan pembangunan di Provinsi Bali,” demikian diungkapkan dengan tegas oleh Lenis Kogoya.

Seperti diketahui, Lenis Kagoya yang selalu diterjunkan oleh Pressiden Jokowi untuk menangani tugas-tugas khusus memperlancar suatu proses  kegiatan pemerintahan lintas kementerian. Termasuk wacana pembangunan bandara baru di Bali utara terus bergulir, setelah kunjungan Menteri Perhubungan RI ke lokasi rencana bandara baru di Kubutambahan, Buleleng, 30 Desember 2018 dan disusul dengan pengecekan langsung ke lokasi oleh staf Khusus Presiden RI , Lenis Kogoya STh,M.hum. Kini yang terakhir pernyataan Presiden Jokowi, Jumat (15/6/2019) siang di Nusa Dua, Badung – Bali, terkait rencana pembangunan bandara baru tersebut semakin jelas.

Presiden  dengan tegas menyatakan bahwa Pembangunan Bandara baru Bali utara akan segera terealisasi dalam waktu dekat. Dengan demikian masyarakat Bali boleh bernafas lega, karena harapan yang ditunggu-tunggu sejak bertahun-tahun bisa segera terwujud.  Sebagaimana diketahui bahwa pembangunan bandara Buleleng ini adalah untuk pemerataan pembangunan dan berdampak pada pengentasan kemiskinan rakyat di sekitarnya yang berjumlah lebih dari 41.000 orang. tim/ama

Nasional